Berikut adalah 5 masalah yang selalu dihadapi para remaja di sekolah yang perlu kamu ketahui:
- Perilaku bermasalah (problem behavior)
masalah perilaku yang dialami remaja sepertimu di sekolah dapat dikatakan masih dalam kategori wajar jika tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Perilaku bermasalah dapat menghambat remaja dalam bersosialisasi dengan teman, guru, masyarakat, dan lingkungannya. Malu mengikuti kegiatan atau aktivitas yang digelar sekolah merupakan salah satu perilaku bermasalah yang menyebabkan remaja kekurangan pengalaman. Jadi problem behavior ini merugika remaja. - Perilaku menyimpang (behavior disorder)
perilaku menyimpang pada remaja merupakan perilaku kacau, menyebabkan remaja menjadi nervous atau menyebabkan remaja menjadi tidak terkontrol. Seorang remaja yang mengalami behavior disorder biasanya disebabkan jika dia merasa tidak tenang, sehingga remaja menjadi tidak fokus. Atau mungkin karena persoalan psikologis yang slalu menghantui remaja tersebut sehingga terjadi depresi pada remaja. Jika sudah tidak terkontrol remaja bisa saja melakukan tindakan kejahatan. - Penyesuaian diri yang salah (behavior maladjustment)
perilaku tidak sesuai yang dilakukan remaja biasanya didorong oleh keinginan untuk mencari jalan pintas dan menyelesaikan masalah dengan cepat tanpa memikirkan dampak yang akan terjadi. Contoh penyesuaian diri yang salah pada remaja seperti mencontek saat ujian, melanggar peraturan sekolah, dan lain-lain. - Perilaku tidak dapat membedakan benar-salah (conduct disorder)
salah satu ciri dari conduct disorder adalah perilaku antisosial secara verbal ataupun nonverbal, seperti melawan aturan, tidak sopan terhadap guru, dan mempermainkan teman. Selain itu, perilaku oposisi yang menjurus ke arah permusuhan yang merugikan orang lain juga bisa dibilang sebagai conduct disorder. - Attention deficit hyperactivity disorder
yaitu anak yang kekurangan perhatian dan tidak dapat menerima impuls dengan baik sehingga gerakan-gerakannya tidak terkontrol dan menjadi hiperaktif. Jika diajak bicara, remaja yang hiperaktif tersebut tidak memperhatikan lawan bicaranya. Selain itu, anak hiperaktif sangat mudah terpengaruh oleh stimulus yang datang dari luar serta mengalami kesulitan dalam bermain bersama dengan temannya.
Komentar
Posting Komentar