Tiga Cicak yang Rakus
Hidup sepanjang tahun tanpa kekurangan makan membuat mereka betah tinggal di ruang perpustakaan istana kepresidenan. Tetapi sejak beberapa hari yang lalu, makanan mulai sulit didapatkan. Mereka tidak menemukan satu makanan pun buat dimakan. Kicak, Ciprut, dan Gombes mulai kelaparan.
Kicak : “Aduh, Prut, kenapa sekarang jarang banget ya, ada makanan. Padahal, beberapa hari lalu masih banyak,”
Ciprut : “Enggak tau nih, Cak. Kasihan si Gombes, perutnya sampe slim tuh gara-gara lama enggak dapat makanan,”
Gombes : “Apaan sih? Kayak kamu nggak jadi slim aja, malahan sampe kering kayak tulang kering. Makanya, ngaca dong, sebelum ngejek aku.”
Kicak : “Udah ah. Jangan berantem mele, makin laper tau nggak, gara-gara denger kalian berantem. Mendingan sekarang, coba kalian intip di kolong meja atau di sela-sela rak buku. Kali aja ada banyak makanan.”
Ciprut : ”Kalo sekarang mana ada, Cak. Nyamuk-nyamuknya udah pada disemprot manusia,”
Gombes : (Perutnya berbunyi)
Kicak : “Ih, suara apaan tuh?”
Ciprut : “Apa lagi kalo bukan suara perutnya si Gombes. Hahaha,”
Gombes : “Huffttt. Laper… aku hari ini sama sekali belum makan, nih. Kalian juga kan?”
Kicak & Ciprut : “Iya..”
Ciprut : “Sekarang, kita mesti gimana, nih?”
Kicak : (Berpikir sejenak) “Hmm, gini aja deh. Kita mencar aja, buat cari makan. Nah, nanti kalo ada yang udah nemu makanan, kita bagi aja makanannya jadi 3. Harus sama rata. Gimana?”
Ciprut & Gombes : “Setuju-setuju!”
Gombes : “Tapi, beneran harus dibagi sama rata ya, biar adil.”
Kicak : “Oke…”
Kicak, Ciprut, dan Gombes pergi memencar untuk mencari makanan. Mereka merayap kesana kemari, tetapi tidak satu pun mereka menjumpai makanan. Hingga tiba-tiba, Kicak menemukan sebuah benda putih yang terletak di atas meja.
Kicak : “Prut, Mbes! Sini deh, aku menemukan sesuatu, yang kayaknya bisa dimakan…”
Ciprut : “Ih… Itu… Itu… Itu… Itu tuh…”
Gombes : “Ish, Ciprut lemot banget sih. Itu tuh makanan manusia, namanya roti,”
Kicak : “Kayaknya enak tuh. Ayo kita kesana!”
(Kicak, Ciprut, dan Gombes segera merayap dengan cepat menuju roti itu.)
Ciprut : “Wew, wangi banget rotinya… Pasti rasanya enak.”
Gombes : “Pasti enak dong. Rejeki besar nih, buat kita!”
Kicak : “Tapi kita harus cepat-cepat membawanya pergi dari sini. Mumpung manusia belum datang.”
Ciprut : “Kalo gitu, ayo kita gotong roti ini bersama-sama,”
Ketiga cicak itu segera saja bergotong-royong menyeret roti itu. Mereka berniat menyembunyikannya di atas sebuah rak buku yang sangat tinggi. Sampai di atas rak buku, mereka berunding untuk membagi roti tersebut.
Gombes : “Sekarang, bagaimana kita membaginya?”
Kicak : “Hmm, semestinya kalau pengen adil, aku yang dapat roti itu paling banyak. Karena tadi aku yang menemukan roti itu!”
Ciprut : “Enggak bisa gitu lah, Cak. Kan tadi aku juga udah ngebantuin cari makan, yah… walaupun nggak sampai menemukannya. Lagi pula, tadi kita udah sepakat ‘kan, buat membagi makanannya sama rata?”
Gombes : “Iya, bener tuh, apa katanya si Ciprut. Tapi ya, kalo mau lebih adil lagi, mestinya aku dong, yang dapat roti paling banyak. ‘Kan, tadi aku sudah memberitahu kalau itu namanya roti!”
Ciprut : “Semua cicak juga tau kali, kalau itu namanya roti!”
Gombes : “Lah, buktinya tadi kamu sama Kicak nggak tau kalau itu roti namanya. Pokoknya, aku harus dapat lebih banyak!”
Kicak : “Ihh sudah-sudah! Kalau berdebat mulu, kapan kita mulai makannya nih?”
Ciprut : “Hmm, jadinya, gimana kita membagi roti ini?”
(Hening)
Gombes : “Ah, aku nggak mau tau, pokoknya aku harus dapat roti itu paling banyak!”
Kicak : “Aku lah yang berhak mendapat roti paling banyak! Tadi kan, aku yang pertama kali menemukan rotinya!”
Ciprut : “Kalau kalian berdua berhak mendapat roti yang paling banyak, berarti aku juga! Aku pengen mendapatkan roti yang paling banyak!”
Kicak, Ciprut, dan Gombes terus bertengkar agar mendapatkan roti yang paling banyak. Tiba tiba…
(SREEET!!)
Kicak dan Gombes terpeleset ke lantai. Sementara, Ciprut yang masih di atas rak buku bersama roti, melompat kegirangan.
Ciprut : “Yey yey yey yey! Aku dapat semua roti! Yey yey yey yey!!!” (SREET!!) “Aduh!”
Karena tidak berhati-hati, Ciprut juga terjatuh ke lantai. Sementara itu, ada seekor laba-laba yang juga sedang kelaparan. Melihat ada roti di atas rak buku itu, ia segera mengambilnya menuju sarangnya. Kicak, Ciprut, dan Gombes menyaksikan kejadian itu dari bawah, terkejut dan kecewa.
Kicak : “Yahh.. Rotinya di ambil sama laba-laba…”
Ciprut : “Apa? Yahh… Kalian sih, pake rebutan segala. Gini deh, jadinya. Kita nggak jadi makan besar,”
Gombes : “Kamu juga salah, Prut! Jangan salahkan kita juga dong!”
Kicak : “Ah, sudahlah, lebih baik nanti siang aku mencari makan sendirian saja!”
Akhirnya, Kicak, Ciprut, dan Gombes kembali ke sarangnya dengan perut kosong.
By : -LANYCA-
sumber: http://ngarepschool.blogspot.co.id/2014/10/contoh-drama-fabel.html
Komentar
Posting Komentar